Seperti yang pernah gue ceritakan pada postingan ini, gue punya banyak masalah OCD, salah satunya, soal novel dengan label logi2an. Baik itu trilogi, tetralogi, entah kenapa gue punya kecenderungan untuk harus membaca novel dengan label logi2 tersebut, dan harus semuanya, dari awal ampe tamat.
Nah, kecintaan gue pada novel logi2 ini, termasuk kepada novel trilogi karangan Jonathan Stroud, The Bartimaeus Trilogy, yang terdiri atas 3 judul : The Amulet of Samarkand, The Golem’s Eye dan Ptolemy’s Gate.

Gue selalu mengagumi cerita logi2, karena entah kenapa, cerita mereka gak jauh2 dari petualangan, fantasi, fiksi, dan gue sebagai sebagai seorang imajinatif, jelas gak bisa gak suka, apalagi sekarang dah jadi trend novel2 logi diangkat ke layar lebar.
Sebut aja Trilogi Lord of the Ring, wow, sukaaa banget sama pemandangannya, meski sepanjang film nampak cuma ada 2 warna dominan, ijo sama item, agak2 bosen juga di mata. Harry Potter the series? hemm lebih suka novelnya sih. Trilogi His Dark Materials? Lyra Silvertongue, beruang kutub berbaju besi dan teman2? idenya cukup bagus, sayang film dan ending di bukunya ampas -_-. Trilogi Warisan? Eragon si naga? suka tapi filmnya kurang nampol, meski begitu, gue tetep kepengen baca novel ketiganya, yang Brisingr.
Intinya, sesuka2nya gue sama trilogi, satu2nya yang mendorong gue nonton film layar lebarnya adalah karena ‘wow, udah difilm-in ya? jadi pengen liat’. Intinya, gak difilm-in juga gapapa, tapi kalo difilm-in ya berasa agak rugi kalo gak nonton, sayang banget, pasti special effect-nya keren. gitu.
Tapi beda sama Bartimaeus the Trilogy. Untuk trilogi yang satu ini, gue bener2 berharap novel ini diangkat ke layar lebar, kenapa? karena Bartimaeus Trilogy is a masterpiece, dan seumur2 gue baca novel fiksi, gak pernah gue sejatuh cinta ini sama karakternya, dalam kasus ini, Bartimaeus.
Yang mana, dia adalah jin, gak punya bentuk tetap. Jadi sebenernya agak2 miris memang, giliran suka banget sama suatu karakter, eh bukan manusia -_-. hahahaha.
——————————–
Berikut ini saya berencana cuma ngasi pilot, tapi mungkin beberapa orang akan menganggap ini spoiler, harap lewati kalau segitu takutnya.
Novel Bartimaeus sendiri, berbau hampir sama dengan Harry Potter, hanya bedanya, di dalam novel karangan Jonathan Stroud ini, dunia sihir bukanlah dunia sembunyi2, tapi memang hidup berdampingan secara terang2an, bahkan, memegang pemerintahan dunia dan orang2 yang tidak bergelut dengan sihir. Di dunia ini, para penyihir bukan hanya bergantung pada kemampuan sihir individual mereka, tapi juga pada kemampuan untuk mempergunakan makhluk2 halus (termasuk jin) sebagai alat penyerang dan perlindungan.
Tersebutlah jin bernama Bartimaeus, si Sakhr al-Jinni, jin terkenal yang sudah banyak berperan dalam peperangan manusia sejak ribuan tahun yang lalu. Namanya tercantum dalam daftar jin-jin paling disegani sepanjang sejarah sihir dan inilah yang membuat seorang penyihir amatir, Nathaniel, berniat untuk memanggil Bartimaeus demi untuk tujuan pribadinya.
Dan petualangan Bartimaeus si jin sarkastik keren mempesona (oke, gue bersikap subjektif) bersama dengan si Master, Nathaniel dan tokoh2 lainnyapun, dimulai.
———————
Salah satu daya tarik dari novel ini, yang membuatnya berbeda dari novel2 lain, adalah penggunaan footnote untuk menjelaskan beberapa dialog dan narasi dalam novel. Baik itu untuk menjelaskan sejarah, memberikan komentar sarkastik, melemparkan humor, dan masih banyak lagi. Footnote itu, tidak lain tidak bukan, adalah media komunikasi antara bartimaeus dan pembaca. Dan daya tarik lainnya, jelas si Bartimaeus sendiri, sosok makhluk halus nakal, cerdas, pintar, witty, menghibur (oke subjektif lagi).
oh kalian bener2 harus baca sendiri, supaya tau. kata2 gue gak akan cukup menggambarkannya. ini novel menghibur, percayalah.
———————
Layaknya gading, tak ada yang tak retak, gue harus mengakui bahwa novel ini tidaklah begitu seimbang. Karakter Nathaniel dan tokoh2 lain, terasa kurang meninggalkan kesan, kalah jauh dengan Bartimaeus dan kisah2nya. Beberapa event juga dirasa kurang klimaks, ada beberapa pertempuran yang menimbulkan opini “ihhhh ya ampyuuun….. kirain apaan, ternyata akhirnya gitu doang?” karena keburu selese bahkan sebelum situasi memanas, if you know what i mean. hahahaha.
Apapun itu, ada desas desus mengatakan bahwa Buku pertama dari Bartimaeus the Trilogy : The Amulet of Samarkand, akan segera diputar di layar lebar pada tahun 2009. Dan gue akan jadi yang pertama jingkrak2 begitu film Bartimaeus tercinta dirilis ^^.
Terakhir, buruan baca ya temaaan ^^. bagus looh :). Pribadi, gue paling suka novel terakhirnya, coba buktikan rekomendasi gue :).
I am Bartimaeus! I am Sakhr al-Jinni, N’gorso the Mighty and the Serpent of Silver Plumes! I have rebuilt the walls of Uruk, Karnak and Prague. I have spoken with Solomon. I have run with the buffalo fathers of the plains. I have watched over Old Zimbabwe till the stones fell and the jackals fed on its people. I am Bartimaeus!
(Bartimaeus)
Mandhut
.






October 5th, 2008 at 8:35 pm
iyaa ni maan.
gw juga kaya lo.
paling ga tahan ama yg logi logian.
tapi yg his dark materials gara gara sapa yg bilaang ga gitu bagus,
akhirnya gw stop beli.
ehh kmaren malah beli yang twilight bikinan stephenie meyer itu doong.
bloom kesampeaan ni beli trilogi bartimaeus.
worth it buat dikoleksi kah?
October 6th, 2008 at 12:38 am
@catherinetbg : iyaaa worth it banget. hehehe. beneran deh kocaaaak ^^.
gue sih yang his dark materials udah tau ga bagus sejak buku pertama. tapi berubung OCD, diterusin ampe 2 dan 3 -_-. hau.
ayo keeet abis sidang, bacaaaa…. terus entar gusip2 ma eyke ;;)
October 6th, 2008 at 9:35 pm
lo mesti baca pentalogi gue man
mesti
ampe buku kelima bakal bagus dehhh
buka blog gw ya, gw mulai rajin posting lagi
October 7th, 2008 at 12:15 pm
@ elmo : mampus. lo berencana bikin pentalogi? waw waw.
ngileeeeeeeeeeeeeerrrrr…
ayo dong mo pengen liat buku lo di QB, Kinokuniya dan TGA nih. hahaha.
September 16th, 2009 at 12:39 pm
hai
gw setujuuuu bgt sama lo
“Tapi beda sama Bartimaeus the Trilogy. Untuk trilogi yang satu ini, gue bener2 berharap novel ini diangkat ke layar lebar, kenapa? karena Bartimaeus Trilogy is a masterpiece, dan seumur2 gue baca novel fiksi, gak pernah gue sejatuh cinta ini sama karakternya, dalam kasus ini, Bartimaeus.”
cinta bgt gw sama barti… huff hufff
pgn usul sama stroud bwt bikin novel sendiri tentang barti. just barti.
tw sendiri kan, just nathaniel, oh-so-no-way!
just kitty, oh-puh-leeezzzz!
nathaniel dan kitty bener2 g penting klu diceritain sendirian.
tp gw benci endingnya! walopun gw g demen sama nathaniel, tapi please dong….
cukup tuliskan nathaniel hidup bahagia, sudah. titik. cukup.
October 11th, 2009 at 8:48 pm
Wah bener bgt tuh,
gw jga tergila” bgt sama novel satu ini,
mudah”an bneran d jadiin film,
November 9th, 2009 at 10:47 pm
[…] dari blognya Manda. Resensi lebih lengkap juga bisa di baca di […]
November 10th, 2009 at 7:30 am
tentang quote di bagian akhir, kalo gak salah, dia juga bilang dirinya pernah hidup bersama Hiawatha? hakhakhak aku ketawa guling-gulingan.
btw, aku juga sangat mencintai trilogi ini, makanya justru gak pengen trilogi ini difilmkan. tidak mau imejku tentang Barty dan Nat rusak T_T
dan sudah tahu belum bahwa Stroud sedang menulis kisah Barty lagi? mungkin dengan anak sok aksi lainnya :p dan aku yakin kali ini Barty akan mengambil sosok Nat.
yap, /me love Nat, in the end.
November 10th, 2009 at 10:16 am
@ nilam : iya si, sebenernya dibandingin sama sosok barti, nathaniel sama kitty-nya kebanting abis. :)). aahhhhh mau dong cerita barti doaaang
@ ikhsan : moga2 kalau jadi film, dibuat dengan niat kayak LOTR, jadinya ga bikin turn-off.
@ mina : iya sih salah satu risiko bikin film ya gitu. kayak film eragon aja, sebenernya bukunya lumayan bagus, pas jadi film, meledak aja enggak. Atau inkheart, atau banyak film lainnya. hehehhe. kangen berat deh sama Barti, tolong saling mengabari dong kalau bukunya udah rilis :))